Alternatif Mengatasi Pilek Pada Bayi

Saat ini di Indonesia sedang musim hujan dan yang pasti berbagai penyakit yang sering muncul saat musim hujan adalah flu, pilek, dan demam. Begitu juga dengan anak saya di musim hujan ini juga sering banget sakit, mulai dari batuk, pilek, demam hinga muntah-muntah. Sempat bingung juga sih saat anak lagi sakit, maklum lah masih newbie kalau ngurusin masalah gini-ginian hehe. Tidak mau ambil pusing dengan masalah ini, saya selalu membawa anak saya ke klinik dan bidan langganan keluarga saya.
Emily lagi terapi nebulizer
Kebetulan kali ini Emil lagi pilek, sudah beberapa hari ini mbeler terus ingusnya. Belum lagi kalau malam selalu nangis-nangis mungkin nggak bisa nafas kali ya gara-gara hidung tersumbat. Perlu diketahui juga, ada banyak hal sebenarnya penyebab bayi mengalami pilek dan yang paling sering bisa jadi bayi mengalami kekurangan cairan. Memang terlihat sepele sih tapi kalau dibiarkan ya seperti ini jadinya, kita sendiri sebagai orang tua yang kerepotan. Baca juga: Mungkin dokter cuma jualan obat doang
Waktu itu saya bawa anak saya ke klinik dan akhirnya sama dokternya disarankan untuk terapi nebulizer atau terapi uap. Terapi nebulizer sendiri bertujuan untuk mencairkan ingus pada hidung dan tenggorokan. Namun bukan berarti ingus akan keluar semua lewat hidung hehe. saya belum tahu pastinya tapi mungkin ingus tadi langsung cair didalam alias ditelan bayi kali ya hehe. soalnya anak saya juga gitu, nggak ada ingus atau lendir yang keluar dalam jumlah banyak hehe. Dan beberapa jam setelah terapi nebulizer tadi anak saya sehat lagi, ingusnya juga sudah hilang dan nggak pilek lagi.
Menurut beberapa penelitian, anak bisa 10 kali pilek dalam satu tahun
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengatasi pilek pada bayi, namun kembali lagi karena faktor minimnya pengalaman mengurus bayi akhirnya solusi terakhir selalu saya bawa ke dokter hehe. Setelah membaca dari berbagai literasi dan artikel, pilek pada bayi bisa kita sembuhkan sendiri tanpa harus kita bawa ke dokter. Berikut ada beberapa poin yang saya dapatkan dari beberapa sumber:
1. Memberikan cairan lebih
Ini maksudnya adalah memberikan air minum pada bayi. Jika bayi masih menyusui maka berikan ASI sesering mungkin. Sedangkan kalau anak sudah besar dan bisa mengkonsumsi makanan pendamping, bisa ditambahkan porsi lebih untuk air putihnya. Jadi tujuan memberikan cairan ini agar ingus tidak pekat dan kemudian mengencer, alhasil bayi mudah bernafas lagi.
2. Merebahkan kepala bayi lalu meneteskan air garam ke hidung bayi
Kenapa harus garam? Kok bukan gula saja kan manis hehe. Karena garam merupakan anti inflamasi yang baik. Dengan begitu air garam dapat membantu mengencerkan lendir pada hidung sehingga mudah dikeluarkan. Caranya pun juga mudah kok, tinggal siapkan garam dapur yang dicampur air bersih. Lalu teteskan ke hidung bayi menggunakan pipet. Setelah itu sedot ingusnya munggunakan alat penyedot ingus, bentuknya juga seperti pipet namun agak besar gitu ukurannya.
3. Memberikan penghangat pada bayi
Maksudnya bayi bukan diselimutin seluruh tubuhnya loh ya hehe. jadi berikan penghangat cukup pada dada si bayi. Muali dada bagian depan dan belakang allias punggung. Selain itu kita juga bisa menepuk-nepuk punggung bayi secara pelan-pelan dengan harapan agar pernafasannya tidak terganggu lagi.
3. Mengkonsumsi madu
Sudah nggak perlu saya jelaskan secara rinci lagi deh manfaat madu, semua orang saya rsa sudah pada tahu hehe. tapi untuk poin yang saya bahas ini madu dapat membantu menjaga daya tahan tubuh pada bayi. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai dosisnya, untuk bayi usia 0-5 tahun sebanyak 0,5 sendok teh. Sedangkan usia 6-12 tahun bisa memberikan madu sebanyak 1 sendok teh. Dan untuk 12 tahun ke atas bisa memberikan 2 sendok teh.
Namun jika sudah menerapkan cara-cara diatas dan si bayi juga belum menunjukan perubahan selama kurang lebih 5 hari, bawa bayi ke dokter untuk mendapatakn penanganan segera.


EmoticonEmoticon