Review Marketplace Shopee

Sekitar sebulanan ini publik online shop mungkin sedang dihebohkan dengan munculnya market place baru bernama Shopee. Sebenarnya Shopee sendiri sudah launching sejak desember 2015 namun mulai heboh pada saat ini hingga kita semua bertanya-tanya apa sih shopee itu? Shopee sendiri adalah semacam marketplace baru yang berbentuk seperti sosial media seperti layaknya Facebook, twitter atau instagram namun Shopee lebih fokus ke jual beli dan berbeda jauh dengan sosial media pada umumnya. Shopee juga mengklaim sebagai mobile marketplace terbesar dengan ongkir gratis, Wow!

Fitur yang ditawarkan dalam Shopee hampir sama dengan sosial media Twitter dan Instagram dengan adanya follow dan following. Kemudian pemilik akun Shopee juga memiliki sebuah username. Seperti akun Shopee saya dengan username Brews atau https://shopee.co.id/brews hehe, jangan difollow ya cuma akun iseng-iseng kok pengen tahu isi dari Shopee doang haha. Selain itu ada juga fitur favoritku yang berisi daftar produk atau barang favorit kita, serta fitur belanjaanku yang berisi daftar belanjaan kita di sosial media Shopee. Kalau cara berjualan di Shopee ini menurut saya hampir sama dengan marketplace lain pada umumnya. Baca juga: Pengalaman jualan di Tokopedia
Tampilan Shopee versi mobile
Mungkin yang membuat publik tertarik menggunakan Shopee ini karena adanya fitur gratis ongkir. Meskipun Shopee gratis ongkir namun kita harus selektif sih, karena tidak semua toko menerapkan gratis ongkir. Cuma khusus untuk produk yang bertanda mobil pickup berwarna biru yang bertuliskan Free, jadi kita harus selektif ya. Jangan sampai kita waktu asik shoping dan tergiur murahnya barang jadi lupa memanfaatkan fitur gratis ongkir di Shopee ini, kan lumayan nggak perlu keluarin ongkos tambahan buat ongkos kirim barang ke alamat kita. Dalam hal ini Shopee menggandeng jasa ekspedisi JNE sebagai partner dari sisi logistik.
Shopee hanya memberikan subsidi ongkir sebesar Rp. 30.000 dengan syarat belanja minimal Rp.90.000 per toko. (berlaku 1 desember-31 januari 2017)
Yang menjadi pertanyaan adalah mampukan Shopee bersaing dengan kompetitor seperti Tokopedia, Bukalapak, MatahariMall, Blibli, Lazada, dll yang sudah dikenal masyarakat dengan berbagai keistimewaannya? Kalau saya lihat dari tampilan web Shopee kurang menarik banget sih, tampilannya melebar banget dan kita harus rajin-rajin scroll kesamping gitu deh hehe, mungkin karena Shopee lebih fokus ke mobile kali ya. Kemudian metode pembayaran atau cara pembayaran di Shopee juga masih minim banget jika dibandingkan dengan marketplace lainnya. Di Shopee kita cuma bisa melakukan pembayaran menggunakan dua metode doang, yakni menggunakan kartu kredit dan transfer bank. Kemudian ada pembayaran alternatif menggunakan coin. Mungkin metode pembayaran menggunakan coin ini hampir sama sifatnya seperti saldo pada akun Tokopedia. Baca juga: Misteri hilangnya paketan dari mataharimall.com
Tampilan Shopee versi PC kurang optimal, perhatikan garis hitam yang menandakan banyak navigasi yang teropotong
Jika Shopee berbasis elemen sosial media seperti sekarang ini mungkin agak sulit bersaing dengan sosial media Facebook atau Instagram yang para penggunanya juga memanfaatkan sosial media tersebut untuk membuka lapak online. Apalagi Facebook fiturnya sangat lengkap seperti grup dan halaman atau fans page. Belum lagi ada sosial media Instagram yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mengupload katalog produk mereka layaknya toko online.


EmoticonEmoticon