Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit

Apa kabar, Bre.. Banyak orang yang takut dengan yang namanya hutang. Karena hutang memberikan beban kepada yang berhutang. Beban tersebut bukan hanya materi yaitu hutang yang harus dibayar, tetapi juga beban pikiran orang yang berhutang. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang menggigil ketika mendengar kata “hutang”.
Tapi tidak sedikit juga yang merasa terlena dengan uang dari hasil pinjaman untuk digunakan secara konsumtif. Mereka tidak merasa bahwa uang yang digunakan tersebut adalah uang hasil pinjaman. Sehingga ketika jatuh tempo dan uang tersebut harus dikembalikan kepada peminjamnya, mereka bingung karena sudah tidak ada uang lagi. Dengan kondisi seperti ini, maka jangka pendeknya mereka akan melakukan peminjaman lagi kepada yang lain hanya sekadar untuk menutupi hutang sebelumnya. Inilah yang disebut dengan istilah, “Gali lubang, tutup lubang.” Baca juga: Langkah menjadi pribadi yang kreatif
Kalau berbicara mengenal lembaga keuangan, salah satunya adalah bank, maka di situlah tempat sirkulasinya keuangan. Bank ditunjuk dan berfungsi sebagai pengelola keuangan untuk menampung atau menyimpan uang nasabah. Selain itu, bank juga sekaligus berfungsi sebagai penyalur dana kepada nasabah [kreditor]. Banyak produk pelayanan yang dikeluarkan oleh bank yang dapat memberikan fasilitas dan kelebihan bagi nasabahnya. Salah satu yang dikeluarkan oleh bank adalah Kartu Kredit. Kartu Kredit merupakan produk yang diberikan bank kepada nasabahnya sebagai fasilitas untuk memudahkan dalam bertransaksi.
Banyak di antara Kalian yang memiliki mobilitas tinggi dalam berbisnis sehingga merasa kesulitan dalam mencari waktu untuk membeli kebutuhan sehari-hari, padahal Kalian memiliki pendapatan lumayan besar. Kalian sudah tidak lagi sempat mengambil uang di tabungan, baik dengan cara mengambil langsung ke bank maupun melalui ATM, sedangkan uang cash tidak membawa dalam jumlah cukup. Nah, kalau sudah seperti ini maka waktu begitu sempit dan cepat sehingga jika harus mengambil uang ke bank atau melalui ATM maka sudah tidak lagi efektif dan efisien.
Dari kendala yang dimiliki oleh para nasabahnya, maka bank mengeluarkan produk yang memudahkan para nasabahnya dalam melakukan transaksi. Kartu kredit mampu menjawab itu semua. Aktivitas bisnisnya tidak terganggu dan kebutuhan hidupnya, dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari, sudah tidak lagi ada kendala.
Namun, tidak jarang orang yang memiliki kartu kredit juga memiliki gaya konsumtif yang tinggi dan tidak terkontrol. Mereka terlena dengan fasilitas yang diberikan bank. Mereka juga gengsi dengan rekan kerja atau relasi bisnisnya, sehingga tidak lagi terkontrol dalam menggunakan kartu kredit. Kalau sudah seperti itu maka jeratan hutang kartu kredit akan melilit lehernya dan tidak heran jika kemudian dikejar-kejar debt collector. Hal ini dikarenakan tidak bisa memahami apa itu kartu kredit?, apa fungsi dan manfaatnya?, dan seperti apa kelemahan kartu kredit itu? Banyak orang yang memutuskan memiliki kartu kredit hanya dengan melihat fasilitas dan kemudahan-kemudahan yang diberikan bank kepada nasabahnya atas kartu kredit tersebut. Tetapi sangat jarang orang yang memutuskan memiliki kartu kredit dengan melihat dan mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan dari kartu kredit.
Keputusan untuk memiliki kartu kredit harus dibarengi dengan pertimbangan risiko yang ditimbulkan. Kalau sudah seperti itu, tentunya dalam penggunaannya akan sangat berhati-hati. Ketika menggunakan kartu kredit sudah mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Jangan sampai keinginan dijadikan sebagai kebutuhan.

Kalau kita melihat definisi dari keinginan itu sendiri adalah sesuatu kebutuhan yang diperlukan oleh manusia yang harus ada dan wajib adanya (tidak boleh tidak ada). Terpenuhinya kebutuhan tersebut merupakan alat untuk mencapai kesejahteraan. Jika di antara kebutuhan pokok tersebut tidak terpenuhi, maka orang tersebut akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Sedangkan keinginan sendiri dapat didefinisikan sebagai sesuatu keperluan untuk menggapai sesuatu dalam rangka memenuhi kepuasannya semata. Keinginan tersebut jika tidak terpenuhi maka kesejahteraannya tidak bakalan berkurang.
Nah, dengan begitu maka kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau seperti itu, maka kita lihat dari segi fungsinya. Misalnya, sebagian orang yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah atau sering bepergian ke luar kota, maka mobil baginya adalah sebuah kebutuhan. Namun, aksesoris yang terdapat di dalam mobil, hanya sekadar untuk mempercantik mobil saja, maka itu merupakan keinginan yang sebenarnya kalaupun tidak dipenuhi tidak akan mengurangi kebutuhannya akan mobil. Sedangkan bagi yang lain belum tentu mobil itu sebagai kebutuhannya. Kebutuhan utama untuk mobilitasnya cukup dengan sepeda motor saja.
Dari gambaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan seseorang akan berbeda dengan kebutuhan orang yang lain. Artinya, setiap orang akan berbeda kebutuhannya. Yang terpenting bagi diri Kalian adalah jangan lupa kebutuhan Kalian saat sekarang dan di masa yang akan dating. Keinginan dapat Kalian penuhi jika kebutuhan Kalian sudh Kalian capai.
Kartu kredit adalah kebutuhan yang sekarang Kalian perlukan sebagai kebutuhan pokok Kalian maka Kalian penuhi. Namun, jika hal tersebut sekiranya tidak urgen atau mendesak maka sebaiknya Kalian tunda untuk membelinya. Dan dengan itu Kalian menjadi seseorang yang berbelanja dengan pintar dan pembeli yang hati-hati sehingga bisa membedakan antara kebutuhan vs keinginan. Kalian pun tidak lagi takut atau susah dengan tagihan kartu kredit pada tiap bulannya. Walaupun sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan.
Yang terpenting dalam hidup Kalian adalah masa depan Kalian sendiri kan? Jangan sampai lupa akan kebutuhan atau tujuan Kalian di masa yang akan datang, seperti dana pendidikan anak-anak Kalian, dana pensiun, rumah, serta kebutuhan lain di masa dating Kalian. Kebutuhan-kebutuhan tersebut harus Kalian siapkan sejak sekarang. Jika keinginan Kalian yang terus Kalian penuhi, tanpa memprioritaskan kebutuhan masa depan Kalian, maka bukan tidak mungkin Kalian akan terlilit hutang. Karena kalau hanya memenuhi kepuasan saja, maka sampai kapanpun Kalian tidak akan dapat memenuhinya.
Coba Kalian sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan Kalian sebelum Kalian menggunakannya. Dengan begitu Kalian sudah berusaha untuk memenuhi kebutuhan Kalian di masa depan. Jangan sampai menyisihkannya setelah menggunakanya selama satu bulan. Sedangkan sisanya yang 90 persen lagi Kalian gunakan untuk membayar yang lainnya, seperti kebutuhan yang mendesak dan rutin. Baca juga: Apa sih Endorse itu?
Tagihan kartu kredit setiap bulannya dapat Kalian ambil dari sisa uang yang Kalian sisihkan di muka, yaitu dari uang 90 persen. Itu juga jika kebutuhan akn listrik, air, sembako, dan lainnya yang pokok sudah Kalian penuhi.
Bagi  Kalian yang ingin atau memang sudah memiliki kartu kredit, jangan khawatir, Bre. Karena dalam blog ini insya allah juga akan dibahas apa dan bagaimana sebenarnya kartu kredit tersebut secara detail. Dengan mengetahui seluk-beluk mengenai kartu kredit, maka Kalian dapat menghindari dan mengantisipasi kemungkinan terjerat hutang kartu kredit. Oleh karena itu pantau terus blog ini ya Bre hehe.


EmoticonEmoticon