Secarik Surat Untuk Mas Gun

Tulisan ini mungkin lebih cocoknya saya namakan surat kali ya. Surat yang hendak saya tujukan ke teman saya Mas Gun hehe. Sebuah surat yang berisi curhatan saya waktu memelihara burung peliharaan Mas Gun yang dititipkan ke rumah saya sekitar  5 bulanan yang lalu.
Ada tiga burung yang dititipkan di rumah saya dan kesemuanya adalah burung pleci, sebuah burung kesukaan saya juga dengan postur mungil namuj memiliki suara sangat lantang. Oiya burung Mas Gun ini dititipin ke rumah saya karena dia mau melancong ke luar pulau cari nafkah sekalian cari jodoh, amin hehe. Jadi berhubung nggak ada yang memelihara burung akhirnya dititipin ke saya soalnya di rumah saya juga ada beberapa burung pleci, jadi biar makin rame saja sih.
Salah satu burung saya yang menjadi korban kegenasan tikus rumah
Sekitar jam 7 malam Mas Gun berkunjung ke rumah saya sekalian membawa burung plecinya. Namun sebelum Mas Gun mengungsikan burung - burungnya, saya menunjukkan salah satu burung pleci kesayangan saya yang kakinya buntung satu karena digigit tikus yang menghuni disetiap sudut rumah saya. Saya menunjukkan burung pleci yang kakinya buntung dengan harapan Mas Gun sadar bahwa rumah saya bukan merupakan tempat yang aman untuk memelihara sebuah burung peliharaan. Karena sebelumnya juga sudah pernah burung cucak rawis milik saya dimakan tikus dengan begiti sadisnya, cuma menyisakan kepalanya doang yang ada di sangkar. Baca juga: Burungku mati dimakan monster
Namun Mas Gun tetap ingin menaruh burung - burungnya di rumah saya, mungkin memang sudah nggak ada pilihan lain. Mas Gun juga saya ingatkan untuk tidak lupa mentransfer ongkos pakan burung hehe. Namun sampe sekarang ini atau sekitar kurang lebih 5 bulanan ini si Mas Gun cuma mentransfer 1 kali doang dengan nominal lima puluh ribu rupiah hehe.
Hasil dari gigitan tikus
Sesuai pesan Mas Gun, burung saya rawan standar saja cuma memberi pakan, mengganti air, dan membersihkan sangkar. Soalnya saya juga masih banyak peliharaan yang lain mulai burung hingga ternak, belum lagi merawat anak saya hehe. Dan sehari - hari nggak ada kendala dalam merawat burung milik Mas Gun tersebut. Bahkan satu burung sudah menunjukkan grafik peningkatan, sori bahasanya agak hiper hehe. Peningkatan yang saya maksud yakni si burung pleci sudah mulai bisa ngalas (kicau khas burung pleci).
Namun musibah datang beruntun mulai bulan september kemarin. Satu per satu burung milik saya dan Mas Gun dihabisi tikus dengan ganasnya. Dimulai dari salah satu burung pleci milik Mas Gun yang saya bilang mulai bisa ngalas tadi. Pada waktu itu semua burung saya taruh di ruang belakang dekat dapur. Pagi - pagi waktu bangun tidur saya lihat sangkar sudah berlubang atau rujinya sudah digigit tikus dan didalam sangkar cuma tinggal menyisakan beberapa bulu saja.
Sisa-sisa pertempuran
Akhirnya tiap malam burung saya pindah ke ruangan depan dan saya tidur dibawahnya beralaskan karpet setiap malam, hadeeeh. Meskipun sudah saya pindah namun tikus masih terus mengejar dan masih mencoba masuk ke sangkar. Secara seketika saya langsung bergegas bangun dan menyalakan lampu untuk melihat kondisi burung kadang burunh sudah lenyap, kadang juga sempat menemui tikus terjebak di dalam sangkar bersama burung yang masih hidup. Akhirnya saya langsung ambil pisau dan menusuk - nusukkan pisau ke arah tikus yang berada di dalam sangkar. Dua kali saya melakukan hal semacam ini, yang pertama tikus masih bisa keluar meskipun sudah saya tusuk pisau dan beberapa hari berikutnya dengan kasus yang sama juga namun tikus mati tak berdaya setelah saya tusuk pisau. Agak psyco sih tapi seru hehe. Baca juga: Mudahnya menjadikan burung pleci
Dari total delapan burung pleci semua nggak ada yang selamat Mas Gun, dan satu - satunya burung yang selamat adalah kenari saya karena sangkarnya terbuat dari besi.
Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada Mas Gun karena tidak bisa menjaga amanah dan saya juga berharap Mas Gun memahami posisi saya. Terima kasih hehe.


EmoticonEmoticon