Aduh! Bokong Si Emil Kena Ruam Popok

Beberapa hari ini disibukkan dengan Emil yang tiba-tiba kulit bokongnya merah atau lebih tepatnya mengalami peradangan kulit. Sebagai orang tua yang masih newbie, saya awalnya gelisah. Dalam hati selalu bertanya-tanya, apa penyebab peradangan kulit? Bagaimana cara mengobati peradangan kulit pada bayi ini? Tak lupa saya kemudian browsing-browsing di internet dan kemudian menemukan sebuah istilah ruam popok.
Ruam popok merupakan peradangan pada kulit bayi yang tertutup popok dan biasanya muncul di bokong maupun di sekitar alat kelamin bayi.
Penyakit ruam popok ini biasanya terjadi dikarenakan terjadinya reaksi kulit terhadap urine dan tinja. Seperti tanda yang muncul pada anak saya, ruam popok dimulai dengan munculnya kulit kemerahan pada bokong dan kemudian menjalar ke alat kelamin. Baca juga: Persiapan melahirkan anak pertama kami

Gejala Ruam Popok
Sebenarnya ruam popok penyakit yang wajar khususnya pada bayi yang menggunakan popok, entah itu popok sekali pakai atau popok kain. Gejala awal ruam popok yang sering terjadi adalah munculnya kulit kemerahan yang terlihat membengkak di sekitar bokong dan alat kelamin atau bahasa Jawa-nya mruntus. Gejala popok ruam selanjutnya adalah bayi sering banget rewel, seperti menangis saat bagian yang mengalami ruam popok disentuh atau terkena gesekan.

Penyebab Ruam Popok
Tapi untung saja Emil nggak terlalu rewel sih meskipun bokongnya memerah, tapi saya merasa kasihan saja tiap melihat bokongnya abis ganti popok gitu. Awalnya sih saya dan bini tetap memakaikan popok, maklum kan belum tahu itu penyakit apa hehe. Setelah browsing tadi akhirnya tahu, ternyata penyebab ruam popok tadi dikarenakan terlalu lamanya penggantian popok pada bayi, padahal isi popok sudah penuh kotoran, nah itu yang menyebabkan banyaknya bakteri. Penyebab ruam popok berikutnya adalah pengaruh jenis makanan baru, bisa saja kan gara-gara makanan baru ini tekstur tinja bayi menjadi berubah ketika bayi mulai mengkonsumsi makanan padat.
Saya jadi berfikir setelah melihat dua penyebab ruam popok tadi. Emang masuk akal juga sih, secara Emil tiap malam selalu ngompol padahal sudah dikasih popok. Itu kan tandanya popok sudah full alias sudah penuh dan waktunya diganti, nah itu yang menyebabkan terjadinya ruam popok karena terlalu lamanya kontak kulit dengan tinja dan urine. Yang kedua soal makanan baru, kebetulan banget saat itu Emil juga lagi menikmati makanan barunya yakni biskuit bayi gitu. Nggak sengaja dibeli bini saya waktu ke swalayan, coba-coba saja eh ternyata si Emil doyan hehe. Alhasil, struktur tinja Emil juga berubah, bahkan menurut saya lebih cair atau bahasa joroknya mencret kali ya hehe. Baca juga: Mengintip dedek bayi via USG 4 dimensi

Cara Mengobati Ruam Popok
Ruam popok memang terlihat penyakit sepele sih, namun kalau orang tua nggak teliti, ruam popok terkadang bisa memicu infeksi yang membutuhkan obat-obatan dengan resep dari dokter. Hmmm.. nambah biaya lagi kan? Hehe sebelum semakin parah alangkah lebih baik kita sebagai orang tua untuk mencegahnya terlebih dahulu. Bahkan awalnya Emak saya menyuruh kami untuk memeriksakan ke dokter anak gitu supaya ruam popok yang diderita Emil segera terobati. Sore hari waktu abis jemput bini pulang kerja, kami mampir ke swalayan langganan untuk beli kebutuhan bayi gitu. Bini saya kemudian membeli semacam salep untuk mengobati ruam popok gitu. Kemudian sampe rumah baru praktek deh ke anak, asal jangan malpraktek loh ya hehe.
Salah satu cream/salep ruam popok yang saya beli
Jadi cara saya mengobati ruam popok yang pertama yakni dengan berhenti menggunakan popok sekali pakai atau popok kain, ini dilakukan supaya kulit bayi nggak kebungkus terus. Bokong juga butuh udara segar hehe. Selanjutnya selesai bayi pipis atau BAB, bersihkan kotoran dengan tisu basah non alkohol. Setelah kering oleskan salep ruam popok tadi. Alhamdulillah setelah saya terapkan metode tersebut selama dua hari, ruam popok mulai hilang dan bokong si Emil anak saya mulus kembali hehe.


EmoticonEmoticon