Meriah! Orkes Ndeso dengan Artis Ndeso

Selamat malam Bre, di awal bulan september saya mau cerita tentang momen-momen saya di bulan agustus 2016 kemarin, dan yang pasti tentang perayaan HUT RI ke-71 Bre. Yang pasti bulan agustus adalah momen paling ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, kamu bisa lihat tiap ada karnaval atau lomba-lomba khas agustusan selalu dipenuhi oleh para pedagang dadakan yang memanfaatkan momen tersebut meraup keuntungan. Salon rias juga sangat rame banget melayani para konsumen yang hendak dandan ikut karnaval atau menyewakan baju-baju koleksinya.
Menurut saya ada beberapa pihak yang justru sangat dirugikan dari perayaan HUT RI tiap tahun ini, yakni pedagang di Pasar. Kebetulan saya hampir setiap hari nongkrong di sebuah pasar yang menurut saya pasar terbesar di Kab. Kediri. Pedagang-pedagang banyak yang mengeluhkan sepi pembeli tiap bulan agustus, karena para masyarakat disibukkan dengan acara agustusan tapi alhamdulillah lapak saya masih tetap rame, mungkin beda segmentasi kali ya hehe.
Namun saya nggak membahas hal tersebut secara detail, kali ini saya akan sedikit berbagi cerita di akhir agustus kemarin waktu saya ikut menikmati meriahnya perayaan HUT RI ke-71 ini. Bukan kegiatan karnaval, gerak jalan ataupun lomba-lomba karena semuanya itu sudah terlalu mainstream haha. Namun saya menikmati sebuah hiburan khas pedesaan yakni musik orkes hehe. Mungkin kelihatan sedikit norak kali ya, karena orkes yang selalu melantunkan musik dangdut yang merupakan musik khas Indonesia juga, jadi nggak salah kan kalau ikut meramaikan? Hehe. Baca juga: Cerita Road to Soundrenaline 2016
Tepatnya akhir agustus atau tanggal 31 agustus 2016 malam hari saya ditelepon teman saya. Namanya John, seorang teman lama saya yang juga sangat maniak dangdut haha. Saya diajak keluar untuk lihat pertunjukkan tersebut. Waktu itu ada dua orkes sih tepatnya di daerah Kepung dan di Kampung Baru, semua daerah tersebut masuk area Kecamatan Kepung, Kab. Kediri.
Lokasi pertama yang saya kunjungi adalah orkes di Kepung dan tepatnya berada di Lapangan Kepung Timur. Disini saya nggak lama sih, kebetulan waktu itu ada pasar malamnya juga jadi rame banget. Saya mungkin cuma menikmati satu lagu doang abis itu kami berdua meninggalkan lapangan dan lanjut ke orkes lainnya yang ada di daerah Kampung Baru. Lokasinya nggak begitu jauh sih cuma perjalanannya agak sedikit menakutkan karena harus melewati perkebunan dan persawahan yang panjang banget, sepi juga loh jadi takut kalau ada begat haha.
Saya ke daerah Kampung Baru baru sekali dulu banget waktu saya masih kecil diajak mbolang sama teman. Letaknya bisa dikatakan dilereng Gunung Kelud, jadi ngeri juga ya kalau Gunung Kelud meletus. Nyampe Kampung Baru dari kejauhan sudah terdengar suara lantunan musik dangdut, kami berdua langsung mendekati suara musik dangdut itu, dan ternyata lokasinya berada di perempatan jalan gitu. Kebetulan si John banyak juga temannya di daerah sini, rata-rata buruh taninya. Oiya, Btw si John ini juragan gula loh alias petani tebu hehe, dan nyampe sana dia langsung disapa rekan-rekannya dan asik ngobrol. Kemudian saya nganggur deh haha akhirnya ya mendekat panggung saja lah liat artisnya barangkali artisnya seksi-seksi wkwk.
Antusias warga Kampung Baru tinggi banget meramaikan HUT RI Ke-71
Ternyata dugaan saya salah, artisnya ‘kumus-kumus’ dan nggak dandan sama sekali haha karena artisnya ternyata warga kampung sendiri haha, suaranya juga nggak karuan hadeeeeh. Musik pengiring mainnya juga nggak kalah berantakan haha. Saya disana lama juga loh waktu itu meskipun artisnya nggak karuan gitu haha. Jadi saya betah berlama-lama di desa itu karena kontribusi warganya yang sangat antusias banget dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ini. sumpah baru kali ini saya lihat desa waktu ada acara seperti ini berbondong-bondong ikut meramaikan, beda banget di daerah saya kalau pas ada acara orkes gini pasti sewa artis mahal, warga juga nggak ada yang mau berkontribusi dengan alasan malu. Di Kampung Baru ini saya heran banget warganya pede banget meskipun suara pas-pasan dan dandanan yang alakadarnya, nyanyi juga ada lirik yang lupa loh haha. Belum lagi penontonnya yang rame banget, padahal ini pentas kecil banget. Kebetulan saya pernah sekolah event organizer, jadi saya tahu sebenernya event ini sangat nggak layak hehe. Baca juga: Saksikan bahwa aku seorang LGBT
Orkes di Kepung mirip nonton layar tancap
Setelah lama-lama disini kami berdua balik lagi ke orkes yang di Kepung tadi karena si John bilang artisnya nggak jelas semua beda sama yang di Kepung tadi yang artisnya profesional. Oke deh, berangkaaaaat... Nyampe sana ternyata yang sedang tampil para bencong yang disebut Trio Bedhes haha. Terlihat banget antusias warga disini jauh berbeda seperti yang ada di Kampung Baru tadi, penontonnya juga nggak ada yang joget cuma duduk di depan panggung kayak lihat layar tancap haha.
Menikmati kopi luwak di Romo Kopi
Tepat jam 11 malam orkes berakhir dan kami balik tak lupa menyempatkan mampir ke kedai kopi andalan saya yakni Romo Kopi di Jl. Harinjing, Kepung.  Waktu itu nggak rame banget pengunjungnya padahal biasanya rame banget hehe. langsung saja saya memesan ke baristanya yang ternyata tetangga saya haha. Saya waktu itu memesan kopi luwak kemudian John memesan kopi bali. Lama banget kami disini menikmati kopi ini karena si John pake vakum atau shypon jadi isinya banyak banget dan harus saya bantu biar kopinya lekas habis haha.


EmoticonEmoticon