Jika Harga Rokok Naik di Bulan September

Mulai pertengahan agustus 2016 ini media rame banget ngabarin isu kalau harga rokok naik di bulan september. Bahkan ada juga pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab buat berita daftar harga rokok terbaru di bulan september 2016. Palu saja belum diketok sudah main kasih lebel harga saja haha. Isu ini memang lagi hot banget di Indonesia saat ini selain berita kasus kopi sianida Mirna Salihin, haji ilegal, dan atlet Indonesia yang raih emas di Olimpiade Rio 2016.
Kenaikan harga rokok memang masih pro dan kontra dimata masyarakat. Yang merasa pro sudah pasti mereka yang nggak merokok dan mereka yang merasa terganggu jika ada perokok. Kemudian yang kontra sudah pasti perokok, petani tembakau, selain itu beberapa pihak yang bakal dirugikan akibat kenaikan rokok dan dia adalah pabrik rokok. Efeknya akan terjadi PHK besar-besaran di Indonesia karena industri rokok di Indonesia memang besar loh, kebetulan di daerah saya Kediri juga ada pabrik rokok besar seperti Gudang Garam dengan karyawan ribuan orang menggantungkan nasib ke Gudang Garam. Bayangin saja jika kenaikan harga rokok benar-benar terjadi, bisa dipastikan produksi rokok akan dikurangi dan itu berarti tenaga kerja juga bakal dikurangi. Disisi lain pengangguran makin bertambah hehe.
Kira-kira rokok ini nantinya dibandrol berapa ya? Hehe
Saya heran banget sama yang buat isu kayak gini, emang di Indonesia sekarang ini ada kejadian besar apa sih selain peringatan HUT RI Ke-71? Sampe ada pengalihan isu ke kenaikan harga rokok gini, kan kasian para buruh pabrik rokok yang tiap hari harap-harap cemas memikirkan nasibnya kelak. Menurut saya wajar saja lah di Indonesia harga rokok murah banget jika dibandingkan di negara-negara lain di Eropa mungkin. Maklum saja disana kan nggak ada pabrik rokok jadi wajarlah harga rokok disana mahal bertubi-tubi, kemudian dibandingkan dengan Indonesia yang bisa dikatakan sekarang ini hampir di setiap daerah ada pabrik rokok mulai kelas kecil, menengah, sampe besar. Mulai pabrik rokok yang cukai hingga rokok non cukai. Jadi nggak ada yang aneh jika harga rokok di Indonesia ini murah banget. Baca juga: Rokok murah yang penting enak
Saya pribadi sebenarnya sih setuju banget kalau harga rokok naik soalnya saya sendiri sedang dalam tahap proses berhenti dari kecanduan rokok. Oiya, saya berusaha untuk meninggalkan merokok sebenarnya waktu habis momen lebaran kemarin sih. Meskipun saya ingin berhenti merokok namun bukan berarti sekarang ini saya nggak merokok sama sekali, cuma jumlahnya saja yang dikurangi menjadi 1 batang dalam seminggu. Ya bertahap lah.
Sebenarnya nggak ada salahnya kok kalau harga rokok dinaikan menjadi Rp. 50.000/bungkus cuma efek dari kenaikan rokok ini yang perlu diantisipasi oleh pemerintah. Mulai dari nasib petani tembakau dan para karyawan perusahaan rokok yang kena PHK. Kalau masalah nasib perokok mah nggak usah dipikrin lagi, sudah pasti milih rokok tengwe alias ngelinting dewe haha.
Murahnya rokok di Indonesia ini sebenarnya sudah keterlaluan banget kalau menurut saya, bahkan anak kecil sudah banyak yang merokok dan mampu beli rokok sendiri berbekal uang saku yang didapatkan dari orang tuanya. Coba bayangkan jika harga rokok di Indonesia beneran naik, apakah masih mampu mereka beli rokok? Dan jawaban saya adalah mampu! Pertanyaannya lagi, emang dapet duit dari mana? Uang saku saja nipis. Perlu diketahui juga masa-masa muda alias remaja atau bahasa kerennya ABG (Anak Baru Gede) adalah masa labil, dimana pada masa ini seseorang mudah banget melakukan perbuatan nekat tanpa berfikir panjang. Kalian bisa lihat realita ABG sekarang ini seperti tawuran antar sekolah, hamil diluar nikah, narkoba, dll. Apakah mereka melakukan hal-hal negatif tersebut masih memikirkan efek yang timbul dari apa yang mereka lakukan itu? Enggak kan? Begitu juga jika harga rokok naik, mereka bisa saja melakukan hal negatif yang nggak akan kita duga seperti mencuri, merampok, dan menjambret demi bisa mendapatkan duit buat membeli rokok, karena rokok sudah menjadi kebutuhan pokok mereka. Baca juga: Happy 1st wedding anniversary
Wajah perokok itu serem-serem apalagi pas mau mati
Jadi buat para penguasa negeri dengan seribu panggung sandiwara ini tolong pikirkan baik-baik jika kamu bener-bener hendak menaikkan harga rokok.

15 komentar

Sebenarnya banyak kerugian yang ditimbulkan akibat naiknya harga rokok gan. . .:-) terutama untuk pegawai yang bekerja di perusahaan rokok dan para petani tembakau gan...

Hahhh, ane nggk ngerokok jadi selloww,,,

bukan perokok jd ga mslh buat ane gan hihi

malu lah mas kalau nggak ngerokok gara2 (isu) harga rokok naik. Perokok adict mana takut harga naik wkwkowkowk :P

bakal sengsara nih kalau benaran naik, tapi ane bukan perokok :)

pasti itu bro, temen2 dan sodara ane banyak yg mengais rejeki dari sektor ini juga soalnya

ane pengennya juga gitu sih hehe

tapi setidaknya kita prihatin dari pihak yg dirugikan akibat naiknya rokok gan

hidup sehat tanpa rokok emang enak gan hehe

wkwkkwkwk gengsi kale yak.
ntah itu beli rokok dr hasil duit utangan haha

yang sengsara para petani mbako bos hehe

ada positif dan negatif dari kenaikan harga rokok. Positif untuk meminimalkan pengguna rokok aktif, negatif krn penghasilan dari rokok utk negara bs 70%

kalau utang mending berhenti deh yg ngerokok, utang malah bikin tambah susah


EmoticonEmoticon