Happy 1st Wedding Anniversary

Tak terasa sudah 1 tahun Tuhan memberikan nikmat yang sangat luar biasa kepada keluarga kecil kami ini. Sayapun baru sadar kalau hari ini merupakan 1st wedding anniversary kami berdua, jadi mau nggak mau saya bikin sebuah tulisan untuk sejenak menengok ke belakang. Supaya saya jadi tahu apa saja sih suka dan duka kami berdua hehe.
Sebelum menceritakan tentang perjalanan pernikahan kami satu tahun terakhir, sedikit saya ingin flashback kebelakang banget sebelum kami berdua memutuskan menikah hehe.
Ketika saya menceritakan kisah asmara dengan bini, kadang disini saya selalu bingung dan harus dimulai darimana? Masalahnya saya sendiri tidak pernah mengungkapkan rasa sayang saya pada dia atau bahasa gaulnya nembak dia sebagai tanda awal kita mulai menjalin ikatan tali kasih sayang haha. Nggak ada kata jadian atau apalah namanya, semua mengalir begitu saja. Yang terpenting sebenarnya bukan kalimat sayang namun komitmen, itu menurut saya yang terpenting. Mungkin ini yang dinamakan jodoh kali ya hehe. Baca juga: Cari bini harus yang cantik
Karena sebenarnya tanpa kamu tanya, kami (kaum lelaki) pasti berjuang sekuat tenaga agar kamu (istri) bahagia
Jadi yang menjadi bini saya dulu adalah adik tingkat saya sendiri di kampus, meskipun selisih satu tahun. Saya angkatan 2008 dan bini angkatan 2010. Kami berdua penghuni jurusan komunikasi. Nggak tahu juga awalnya mulai deket dia, intinya dulu sering banget jalan bareng hehe, meskipun cuma sekedar cari udara segar. Oiya kami berdua dalam menjalani hubungan tanpa status itu unik juga sih, tiap masuk ke area kampus kita seperti orang kagak kenal, menyapapun kagak hehe tapi setiap sudah keluar dari kampus kita akrab banget. Padahal kami nggak membuat kesepakatan terlebih dahulu, semua jalan begitu saja.
Saya juga orang yang paling anti main ke rumah pacar, meskipun dibeberapa kasus pernah juga sih gara-gara awalnya dipaksa. Jadi saya main ke rumah bini mulai kenal hingga hari H pernikahan cuma 4 kali saja. Berikut urainnya:

Waktu Lebaran
Saya agak lupa tahunnya yang pasti itu pertama kali saya datang ke rumah bini saya dan sekaligus pertama kali bertemu dengan keluarga bini saya. Mulai dari kedua orang tua dan juga kakaknya.

Waktu Meminta Ijin dan Minta Restu Ayahnya
Jadi waktu itu sudah niat banget pengen nikah akhirnya dengan lagak kayak laki-laki gentle saya berangkat ke rumah bini saya untuk meminta ijin sekaligus meminta restu orang tuanya kalau anaknya mau saya persunting. Disana saya lama banget ngobrol-ngobrol dengan ayahnya, hebatnya dari perbincangan lama tadi langsung membawa hasil dan sekaligus penentuan juga hari dimana saya nantinya melamar bini saya itu.

Waktu Ayah Bini Saya Meninggal
Jadi waktu itu rencana nikah saya setelah lebaran gitu namun pada waktu bulan puasa ayahnya bini saya sakit dan akhirnya meninggal dunia menjelang pernikahan kami. Meskipun begitu acara pernikahan kami tidak diundur karena alasan persiapan sudah hampir 100%.

Waktu Lebaran
Ini merupakan lebaran terakhir dengan menyandang status perjaka hehe. waktu itu niat ke rumah bini silaturahmi sambil mau sebar undangan ke teman-teman.
Senja-pun menjadi saksi bisu perbuatan mesum kita
Meskipun begitu banyak dukanya daripada sukanya namun itu dulu sebelum kami memutuskan untuk menikah dan sekarang setelah kita nikah rasa syukur setiap hari selalu saya panjatkan kepada sang pemberi nikmat. Kalau menurut guyonan Jawa, Lakon Menang Keri (Lakon menang akhir) dan semoga nikmat ini selalu menyertai kami selamanya. Kurang apa coba, sudah dapat istri yang memenuhi kualifikasi 3M alias Masak, Macak, Manak (Masak, Dandan, Melahirkan). 
Bahkan nggak berasa banget kalau usia pernikahan kami sudah genap satu tahun pada hari ini. Apalagi baru saja kami juga dikaruniai malaikat kecil yang cantik dengan keadaan sehat tanpa kurang satu apapun. Kurang apalagi coba? Hehe
Semoga Tuhan dengan iklasnya selalu memberikan kesehatan pada kami sekeluarga, supaya saya bisa menjadi suami dan bapak yang mampu memerdekakan istri dan anak dari godaan setan yang terkutuk hehe.


EmoticonEmoticon