Cerita Mbah Poniras

Kabar ini saya dapatkan tadi pagi dari sosial media facebook, tepatnya di grup MENUJU KEDIRI LEBIH BAIK. Menurut info yang saya baca di facebook yang diposting pada tanggal 1 agustus 2016 ini orang tua itu namanya Mbah Poniras, beliau beralamat di Desa Plaosan RT/RW: 18/05 Kec. Wates, Kab. Kediri. Kondisinya sangat mengenaskan mulai dari kondisi kesehatannya hingga kondisi tempat tinggalnya.
Kondisi Mbah Poniras
Mbah Poniras yang hidup sebatang kara ini hanya mampu tergeletak di kasur saja bahkan sudah bertahun-tahun beliau menjalani kehidupan yang seperti ini. Meskipun beliau di rumah sendiri namun ada adiknya yang merawat. Tapi kondisi ekonomi adiknya nggak jauh beda dengan Mbah Poniras. Untuk makan sehari-hari Mbah Poniras diberi oleh keluarga dan tetangga sekitar.
Tempat yang dihuni Mbah Poniras sangat tidak layak. Banyak bagian rumah yang sudah rusak, mulai dari atap hingga gentingnya. Tidurnya cuma beralaskan terpal yang sudah usang dan bau serta ditemani sebuah bantal guling kotor karena Mbah Poniras tidak mampu berbuat apa-apa untuk dirinya sendiri.
Saya berharap Pemkab Kediri melalui dinas sosialnya membaca tulisan saya ini dengan harapan ada tindak lanjutnya entah itu dibawa ke panti jompo atau bisa berupa bantuan lain. Ternyata masih banyak warga Kediri yang masih membutuhkan bantuan. Meskipun sudah ada juga beberapa komunitas yang dengan sukarela merenovasi rumah Mbah Poniras namun Pemkab Kediri jangan hilang tanggung jawab untuk selalu melayani masyarakat. Menurut informasi sudah ada beberapa pihak yang merenovasi yakni Wapri, Whpl, dan Warga sekitar. Ada juga yang bilang kalau Pamong (Aparat Desa) sempat datang melihat renovasi namun nggak berselang lama sudah hilang lagi.
Berikut beberapa dokumentasi pada saat merenovasi di kediaman Mbah Poniras:

Kondisi genting yang berlubang
Warga gotong royong merenovasi rumah
Semua dilakukan secara sukarela
Berbagai bantuan dari beberapa komunitas


EmoticonEmoticon