Mercon Menggema Tanda Puasa Telah Tiba

Apakabar brew, alhamdulillah kita masih dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan yang selalu ditunggu-tunggu umat Islam yang tekun beribadah, karena umat Islam KTP nggak berharap bulan ramadhan datang hehe. Ketika bulan ramadhan tiba atau orang lebih mudah menyebutnya dengan bulan puasa tiba pasti akan diikuti dengan hari raya Idul Fitri. Dan masing-masing daerah saya yakin memiliki sebuah tradisi untuk menyambut bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Namun ada salah satu tradisi yang hampir di seluruh penjuru Indonesia merayakannya, yakni pesta mercon atau petasan hehe.
Dulu waktu saya masih kecil hampir setiap hari saya diajak teman-teman sepermainan saya melihat petasan yang diledakkan oleh teman-teman yang sudah agak dewasa. Kami cuma melihat dari jauh sambil menutupi telinga biar suara nggak terlalu menggelegar di telinga kami hehe. Ada satu hal yang sampai saat ini masih saya ingat dan menurut saya sangat konyol, bahkan ketika saya mengingat peristiwa itu saya selalu ketawa-ketiwi sendiri hehe. Jadi dulu ceritanya iseng-iseng mau bikin petasan sendiri daripada beli. Dulu petasan yang lagi tren di daerah saya namanya mercon impleng atau sejenis petasan yang berukuran sangat kecil sebesar pensil dengan panjang sekitar 20 cm. Nah saya sama keponakan saya berencana bikin mercon impleng sendiri, pertama yang saya lakukan adalah membuat gulungan kertas terlebih dahulu, kemudian mengisinya dengan obatnya. Dan yang membuat saya ketawa sampe sekarang adalah obat yang saya isikan ke gulungan mercon itu bukan obat asli yang berupa serbuk berwarna abu-abu itu, namun saya mengisinya dengan semen wkwk. Karena menurut saya bahan untuk membuat mercon itu adalah serbuk semen soalnya dari segi warna hampir mirip jadi saya kira serbuk obat mercon itu adalah semen hahaha. Baca juga: Pengalaman menjadi kuli batu
Sekarang ini petasan sudah menjadi sesuatu yang melekat di hati orang Indonesia. Meskipun petasan impor sudah banyak dijumpai ketika musim ramadhan dan lebaran tiba. Namun daya tarik mercon produksi sendiri tidak kalah populer dengan ukuran yang super big dan diikuti dengan daya ledak yang menggelegar hehe.
Salah satu yang menolak petasan hehe

Meskipun mercon itu sendiri mempunyai sisi positif dan negatifnya, semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Tapi kalau menurut saya sih banyak negatifnya hehe. Sudah banyak korban yang tewas atau luka berat cuma karena bom kertas ini. Selain itu sisi negatif dari petasan juga bikin polusi mulai dari polusi suara, hingga polusi udara. Belum lagi sampah-sampah dari kertas bekas ledakan mercon tadi. Bahkan di daerah saya tiap habis sholat Ied selalu pesta petasan dan halaman rumah selalu menjadi lautan kertas haha. Baca juga: Ini namanya nomaden apa gelandangan

Tradisi semacam ini memang sulit untuk dihilangkan, mungkin sudah mengakar kali ya hehe. sampe tahun ini (tahun 2016) saya tadi pagi dengar kalau kepolisian menggelar operasi untuk memberantas petasan yang diberi nama Operasi Camer alias Cara Mengatasi Mercon. Tapi menurut saya kata yang tepat bukan memberantas, tapi lebih ke meminimalisir. Mercon adalah budaya dan sangat sulit untuk dibasmi meskipun MUI sudah memfatwa haram wkwk.

1 komentar

judul yang menarik dan tulisan yang bagus mas.


EmoticonEmoticon