Inilah Nama Anak Pertama Kami

Ada yang bilang nama adalah sebuah doa, namun menurut saya pribadi nama lebih dari itu saja sih. Nama menurut saya pribadi adalah sebuah tanda, sebuah identitas, sebuah karakter, sebuah ciri khas, dan di dalam nama ada sebuah cinta. Dimana cinta tersebut lahir dari jiwa orang tua dalam memberikan nama kepada buah hatinya. Begitu juga saya sendiri yang baru-baru ini alhamdulillah juga dikaruniai momongan yang tidak kurang satu apapun, bahkan lebih dari segi berat badan hehe.
Dalam memberikan nama kepada anak perlu untuk semedi terlebih dahulu di dalam goa atau dibawah pohon beringin yang angker, kalau yang pandai ibadah mungkin sholat istikoroh kali ya hehe. Begitu juga dengan saya, mikir berkali-kali dalam pemberian nama mulai dari makna dan pelafalan. Makna memang sesuatu yang wajib jika seseorang hendak memberikan nama kepada buah hatinya, namun saya kali ini menambahkan poin lafal. Tujuan saya cuma satu yakni mengantisipasi jika orang lain suatu saat jika memanggil anak saya seenaknya saja nggak sesuai apa ejaan huruf nama pada anak saya. Saya ambil contoh simple saja, kebetulan saya hidup di Jawa dan mungkin teman-teman yang hidup di Jawa juga pernah mengalami seseorang memanggil orang lain pasti diambil enaknya doang alias mudahnya doang. Ada orang bernama Abdul Hamid dipanggil Dul Kemit, Zaenab dipangil Jaenap, Husain dipanggil Kusen, Sholihin dipanggil Solekan, Fely dipanggil Peli. Yah, itulah ilat-ilat Jawa hehe. Baca juga: Detik-detik kelahiran anak pertama
Nah, semedi saya mungkin lebih kesitu. Mengantisipasi agar nama anak saya nantinya tidak disalah gunakan. Terlebih lagi dalam pemberian nama panggilan harus dipikir berkali-kali. Sebelumnya saya juga sudah mempersiapkan nama sih jauh-jauh hari bahkan sebelum bini saya hamil. Sayangnya nama itu cuma untuk jenis kelamin cowok. Nah masalahnya anak saya ternyata berjenis kelamin cewek, ya akhirnya mikir lagi deh hehe.
Bahkan sampe buah hati sudah dilahirkan masalah nama juga belum manteb juga mana yang cocok. Tiap hari waktu ada orang datang ke rumah selalu nanyain nama anak saya dan selalu saya jawab “nama anak saya untitled..”.
Baru setelah tujuh hari setelah anak saya lahir baru manteb deh kasih nama untuk anak saya, dan nama anak saya adalah Emily Navisha Zareen. Kata emily sendiri mungkin sudah nggak asing yah ditelinga teman-teman yang maknanya sangat banyak bahkan di setiap negara di Eropa punya makna sendiri untuk kata emily tersebut, namun pada intinya sih menunjukkan karakter seseorang yang rajin, bersemangat, dan pekerja keras. Kenapa saya tambahkan kata emily? Supaya kelak nggak ngikutin jejak ayahnya yang merupakan orang pemalas haha. Navisha sendiri berarti sebuah permata yang berharga, dengan nama ini saya berharap anak saya bener-bener menjadi perempuan bak permata yang sangat berharga. Dan yang terakhir adalah kata Zareen, kata ini memiliki makna yang kurang lebihnya berarti murah senyum. Saya mantab menabahkan kata Zareen pada anak saya karena setelah saya perhatikan waktu lihat anak saya terkadang senyum-senyum tersipu malu gitu, bahkan pada saat tidur juga tersenyum manis hehe, semoga saja kalau sudah besar nggak senyum-senyum sendiri hehe. Baca juga: Reuni keluarga Saliyo 2016
Emily yang murah senyum
Jadi intinya kalau digabung menjadi sebuah rangkaian kalimat, nama anak saya Emily Navisha Zareen mempunyai sebuah makna perempuan yang sangat berharga dan sangat murah senyum.

5 komentar


EmoticonEmoticon