Habit, Solusi Untuk Berhenti Merokok

Habit  bisa  dibentuk,  diubah,  ataupun  dihilangkan. Anda  bisa  mengecilkan  berat  badan  tanpa  perlu berpuasa belasan  jam setiap hari. Anda bisa berhenti merokok  dengan  konsisten  dan  yang  pasti  bukan karena peringatan ‘Rokok Membunuhmu’. Anda bisa melakukan hal-hal yang ingin anda jadikan kebiasaan  jika  tahu  bagaimana  sistemnya  bekerja. Dan ternyata itu mudah.
Disadur  dari  buku  The  Power  of  Habit,  ada  3  poin yang  membuat  habit  bekerja:  ReminderRoutine, dan  Reward  (3R).  3R  ini  berada  dalam  Lingkar Habit yang selalu berulang tanpa henti. Baca juga: Sehat itu simple, ini kuncinya..
Reminder : Kondisi pemicu yang memberitahu otak untuk melakukan sesuatu secara otomatis.
Routine :  Rutinitas  yang  dikerjakan  tanpa  perlu dipikirkan  lagi.  Bisa  berupa  fisik,  mental,  ataupun emosi.
Reward :  Pencapaian  ‘kepuasan’  setelah  melakukan routine dan akan diingat otak untuk masa depan.
Urutannya  Reminder > Routine > Reward > (kembali lagi ke awal)
Saya  akan  berikan  satu  contoh  bagaimana  cara berhenti merokok. Ada  beberapa  pemicu  (Reminder)  sebelum  perokok akhirnya merokok:
1.  Habis makan.
2.  Sedang tidak ada aktivitas.
3.  Bosan.
4.  Minum kopi.
5.  Udara dingin.
6.  Suntuk banyak pikiran.
7.  Sedang  bersama  teman-teman  yang  juga perokok.
Mungkin  ada  pemicu  lain,  masing-masing  perokok punya Remindernya masing-masing. Setelah  Reminder terpatik,  perokok  akan  menyulut rokoknya. Inilah yang disebut Routine. Apa  yang  terjadi  setelah  merokok  adalah  Reward yang  mereka  dapatkan.  Untuk  yang  merokok  setelah makan, hilangnya rasa eneg adalah rewardnya. Untuk yang  merokok  di  cuaca  dingin,  rasa  hangat  adalah rewardnya. Baca juga: Apa sih endorse itu?
Gambar bungkus rokok Marloboro terbaru
Setiap  Reminder  akan  menghasilkan  Reward  yang berbeda. Lalu  bagaimana  cara  menghentikan  habit  merokok? Jangan  ubah  Reminder  dan  Rewardnya,  tapi  UBAH Routine-nya.
Contoh saat selesai makan, anda berharap rasa eneg hilang.,  makanya  merokok.  Untuk  itu,  lakukan Rotuine  baru  yang  berefek  rasa  enegnya  hilang. Misalnya mengunyah permen. Kunyah permen setiap sehabis makan. Itu saja. Maka solusi  untuk  Reminder  dan  Reward  pertama  berhasil. Tapi  jika  setelah  mengunyah  permen  masih  ingin merokok, itu artinya Reward yang ingin dicapai bukan ‘rasa eneg hilang’, tapi sesuatu yang lain. Pikirkan lagi apa Reward yang tepat, karena itu akan menentukan Routin barunya.
Perokok  tersebut  tidak  bisa  melakukan  routine ‘Kunyah  Permen’  di  Reminder  yang  lain  karena  tidak akan cocok dengan Reward yang diharapkan. Perokok tadi harus memastikan dulu masing-masing Reminder dan  Rewardnya,  baru  bisa  menentukan  Routine  yang baru  secara  keseluruhan  sehingga   bisa menghentikan kebiasaan merokok secara total. Ini  yang  kebanyakan  salah  dilakukan  oleh  perokok untuk  berhenti  merokok,  membuat  hanya  aksi  baru  (contoh:  kunyah  permen)  setiap  ingin  merokok.  Dan gagal total.
Hal  ini  berlaku  untuk  habit  apapun  yang  ingin  anda terapkan. Definisikan dulu benar-benar Reminder dan Rewardnya.  Baru  lakukan  Routinenya  yang  akan menciptakan Reward yang diharapkan.


EmoticonEmoticon