Pengemis Musiman di Hari Jum'at

Selamat hari Jumat brew, hari jumat bagi agama Islam memang identik untuk berbondong-bondong mencari pahala, atau mereka biasanya menyebutnya dengan istilah jumat berkah. Hari jumat juga biasa disebut sebagai hari pendek karena kebanyakan instansi pemerintahan atau kantor memulangkan pegawai dan karyawannya lebih awal dari hari biasanya. Banyak sekali keistimewaan hari jumat menurut agama Islam seperti membersihkan diri karena umat Islam disunahkan mandi dan keramas di hari jumat, kemudian memperbanyak membaca doa karena di hari jumat doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Belum lagi tentang keutamaan bersedekah di hari jumat yang sudah ada dalam beberapa hadits dan akhirnya membuat umat Islam berlomba-lomba untuk memperbanyak sedekah di hari jumat.
Namun sekarang ini saya melihat masyarakat mencoba memanfaatkan keadaan ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi terutama mengenai amalan sedekah tadi. Saya sering sekali melihat orang-orang yang berkedok sebagai pengemis atau kaum dhuafa mencoba meraup rupiah besar-besaran di hari jumat. Baca juga: Selamat jalan Mbah Kaji
Selalu saya ingat setiap hari jumat saya pasti berada di pasar dan pasti disitu saya sering sekali menemui para pengemis dengan muka-muka baru yang meminta-minta ke setiap ruko gitu. Karena saya hafal sekali para pengemis yang berada di pasar tersebut, jadi saya bisa mengenali mana pengemis tetap dan mana yang pengemis musiman haha.
Pengemis paling ganjen yang pernah saya temui

Kedok mereka juga bermacam-macam waktu meminta-minta belas kasih ke ruko-ruko. Ada yang membawa tongkat sambil pincang-pincang gitu jalannya biar banyak yang kasihan dan akhirnya dikasih duit, ada juga yang langsung to the point meminta-minta ke orang-orang gitu dengan raut muka yang memelas haha, namun yang paling sering saya lihat para pengemis musiman di hari jumat itu berkedok meminta-minta sumbangan seiklasnya yang mengatasnamakan panitia pembangunan masjid atau pengurus panti asuhan dengan membawa surat lengkap yang ditaruh di ap gitu biasanya, entah itu apa isinya saya juga kurang tahu.
Sekali saya pernah mempersilahkan mereka untuk masuk ke toko saya dan sedidkit bincang-bincang gitu mengenai  tujuan mereka. Intinya ya minta sumbangan pembangunan masjid tapi yang saya curigai dia berasal dari kota sebelah alias Kota Kediri, jauh banget minta sumbangan ke daerah saya. Emang orang Kediri pelit-pelit apa haha, terus dia juga nunjukin surat-surat gitu deh ada banyak saya lupa surat apa saja tapi intinya itu surat dari ketua panitia kalau yang diutus meminta-minta itu benar dari takmir masjid yang sedang dibangun tadi. Kemudian saya meminta alamat lengkapnya di daerah mana ini masjid yang sedang dibangun atau direnovasi. Dan dia menjawab di daerah Perumahan Wilis, Kediri. Kebetulan saya tahu daerah tersebut karena dekat dengan rumah istri saya. Akhirnya melihat penjelasan dia yang meyakinkan gitu saya kasih deh dia duit kemudian saya mengisi daftar pemberi sumbangan gitu dan suruh tanda tangan. Saya juga nggak tahu itu dia bener-bener panitia pembangunan masjid atau bukan ya cuma Tuhan yang tahu haha. Baca juga: Ceramah dadakan dari Ustadz yang masuk akal
Bukannya apa-apa sih tapi saya muak banget melihat ulah mereka seperti itu. Kalau emang minta sumbangan sebenarnya ya cukup kirim proposal saja nanti masalah pemberian sumbangan ya langsung ke TKP saja. Tapi saya juga nggak tahu kenapa saya bisa kasih yang minta sumbangan tadi atau jangan-jangan saya kena hipnotis haha. Soalnya biasanya saya paling anti memberi sumbangan dari sumber-sumber yang nggak jelas seperti itu, karena masalah duit sebenarnya sih sangat sensitif menurut saya hehe.

4 komentar

tau kebanyakan pengemis padahal masih bisa kerja dan usaha, dia malah ngemis haduh haduh. Pokoknya jangan dikasih dah

anee sihh lebih mending ngasih duit kee tukang dagang yang ga ada yang beli dari pada ngasih ke pengemis

tapi cantik juga gan pengemisnya kayak kelihatan bukan pengemis hehehe

jangan gitu gan, jangan negative tinking


EmoticonEmoticon