Detik-Detik Kelahiran Anak Pertama Kami

Sesuai dengan judul tulisan saya kali ini yakni detik-detik kelahiran anak pertama, saya coba membagikan momen bahagia ini pada teman-teman yang membaca tulisan saya disini. Emang sih dari segi usia kandungan, bisa dikatakan usia kandungan istri saya saat ini sudah melebihi tanggal prediksi kelahiran yang menurut dokter pada tanggal 10 mei 2016 dan sampai tanggal 21 mei 2016 si dedek bayi juga belum menunjukkan tanda-tanda mau nongol. Akhirnya pada pagi hari tanggal 21 mei 2016 bini saya ajak pergi ke dokter kandungan langganan bini saya yakni dr. Maulana Syamsuri, SpOG di RSIA Permata Hati Kota Pare. Hari sebelumnya saya sudah ambil antrian dan dapat nomor urut 11, dan menurut admin yang saya hubungi tadi katanya jam praktek dokter mulai pukul 8 pagi. Namun saya berangkat agak siang saja soalnya saya sudah hafal banget pasti nanti jadwalnya molor, maklum Indonesia Raya hehe. Akhirnya saya datang ke RSIA Perata Hati tepat pukul 11 siang, dan bener dugaan saya jadwalnya molor, sampe sana dokter juga belum juga datang padahal pasien sudah banyak yang menunggu. Daripada bengong saya niatnya buka laptop cuma buat posting di blog, eh laptop lowbat ternyata abis dipake bini belum dicharger hehe, akhirnya cuma diam saja disana sambil cemilin kurma yang saya beli di Pasar tadi sebelum berangkat hehe.
Jam 12 siang akhirnya giliran bini saya dipanggil dokter untuk diperiksa, sayapun mengikuti langkah bini saya masuk ke ruang dokter. Pertama dokter menanyakan keluhan pada bini saya, kemudian pemeriksaan USG, setelah itu bini disaranin untuk melakukan persalinan hari ini juga dengan alasan usia kandungan sudah tua melebihi prediksi yakni tanggal 10 mei 2016 dan sekarang sudah tanggal 21 mei 2016. Saya sih setuju banget dengan saran dokter soalnya kalau si dedek bayi masih dalam kandungan was-was terus hehe. akhirnya bini langsung dibawa ke ruang bersalin sedangkan saya ke ruang administrasi untuk ngurusin administrasi persalinan. Baca juga: Mengintip dedek bayi via USG 4 dimensi
Dengan kondisi bini yang seperti itu dan belum muncul gejala bayi akan keluar, akhirnya bini dikasih obat perangsang biar si dedek bayi cepet turun ke bawah dan bisa keluar. Jam 2 siang tepat bini saya mulai berbaring dengan disuntikkan cairan perangsang yang dicampur ke infus. Tak lama berselang Mak saya menghubungi saya dan menanyakan bini saya jadi dirawat di rumah sakit atau nggak, dan saya jawab saja jadi dirawat hehe. Akhirnya si Emak langsung bergebas menuju ke RSIA Permata Hati sambil membawa perlengkapan bayi seperti popok, baju bayi, dll. Dan jam 4 sore Emak akhirnya sampe ke rumah sakit ditemani om saya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam namun kandungan bini saya belum juga menunjukkan kontraksi pada umumnya ibu melahirkan, obat perangsang juga sudah habis 1,5 botol. Akhirnya saya menyuruh Emak dan Om saya untuk balik ke rumah saja, mungkin bini lahiran besok soalnya sudah 6 jam lebih belum juga ada tanda-tanda dedek bayi mau keluar. Biar saya saja yang menunggu bini saya di ruah sakit. Dengan perasaan berat hati akhirnya Emak mengiyakan permintaan saya dan bergegas keluar ruangan. Namun selang beberapa menit saya kaget karena Eak tiba-tiba nongol lagi di ruangan bersalin, setelah saya tanya ternyata Emak nggak tega ninggalin kami berdua di rumah sakit, hemmm.. ini baru namanya seorang ibu. Sejam kemudian tepatnya pukul 9 malam baru deh bini merasakan sakit yang berlebihan pada perutya, sepertinya obat perangsang mulai bereaksi. Saya sampai kasian liat bini berbaring sambing memegang erat tangan saya dan saya pun duduk disampingnya sambil kasih support ke bini biar kuat. Abis itu perawatnya memeriksa bini saya dan katanya masih bukaan 2, itu tandanya masih da 8 level lagi supaya dedek bayi bisa keluar dari rahim bini, hemmm lama juga. Baca juga: Persiapan melahirkan
Dedek bayi setelah dibersihkan


Berkali-kali bini mengalami sakit pada perutnya namun tak berselang lama sakit itu hilang, kemudian datang lagi. kondisi seperti itu belangsung kurang lebih 3 jam lamanya. Hingga akhirnya tepat pukul 00.25 WIB bini saya berhasil melahirkan seorang bidadari yang alhamdulillah sangat sempurna dengan berat badan 3,9 kg dan tinggi badan 52 cm serta tidak kurang satu apapun, subhanallah. Setelah bayi dibersihkan saya disuruh perawat menggendong anak saya dan dengan perasaan haru bercampur bahagia saya mengadzani anak saya di ruang bayi dan setelah itu saya memberikan bayi ke perawatnya lagi. perasaan plong banget setelah bini melahirkan dengan selamat, begitu juga dengan bayinya. Semua tak lepas doa dari keluarga dan teman-teman. Terima kasih Tuhan sudah memberikan gelar bapak kepada saya.


EmoticonEmoticon