Reuni Keluarga Saliyo 2016

Tanggal 3 april 2016 akhirnya reuni keluarga Saliyo yang diselenggarakan oleh keluarga saya berjalan dengan lancar meskipun sedikit molor, maklum lah Indonesia Raya hehe. meskipun sempat dirundung duka karena Mbah Kaji yang juga sesepuh keluarga kami akhirnya meninggal dunia tepat sepuluh hari sebelum reuni digelar. Di rundown acara harusnya dimulai jam 9 tapi baru dibuka pukul 11 siang. Sebenarnya acara molor gara-gara nungguin satu keluarga yang dari Malang belum kunjung datang soalnya mereka pada hari yang sama juga mengadakan reuni keluarga. Jadi ya maklum lah akhirnya molor kayak gini. Tapi mereka sebelumnya juga sudah konfirmasi ke kami meskipun reuni keluarga pada hari yang sama tapi mereka janji bakal hadir juga meskipun agak sedikit telat, intinya sih yang penting bisa kumpul sudah bagus kok hehe. Akhirnya mereka tiba sekitar pukul setengah dua belas siang usai reuni keluarga mereka yang dari Malang kelar.
Syukur deh acara kali ini ramai banget, sudah lama juga nggak ketemu sama keluarga besar jadi bisa saling curhat-curhatan deh hehe. keluarga besar Saliyo berasal dari berbagai daerah tapi masih mencakup pulau Jawa kok hehe. Mulai dari Kediri, Batu, Surabaya, Malang, Bojonegoro, Solo, Jogjakarta, Bandung, dll. Khusus untuk yang berasal dari Jogjakarta jarang banget hadir ke acara reuni mungkin karena keluarga yang dari Jogjakarta banyak yang beda kepercayaan. Baca Juga: Beli Pulsa Tri Sulit Banget
Untuk MC dipercayakan pada om saya yang dari Batu, baru pertama ini kayaknya dia jadi MC di acara reuni keluarga kami. Biasanya reuni-reuni sebelumnya dipercayakan om saya yang lebih senior, tapi bagus lah regenerasi ini namanya hehe. kemudian sambutan-sambutan oleh sesepuh-sesepuh yang merasa sudah sepuh hehe, ada yang dari Surabaya dan Kediri. Kemudian sebagai penutup diisi doa oleh Mbah saya, biasanya nggak pernah pimpin doa sih mungkin gara-gara kemarin baru balik dari umroh akhirnya dipercaya pimpin doa hehe.
Oiya kalau bicara sekilas mengenai keluarga Saliyo pastinya saya juga kurang jelasnya ya. Maklum kalau masalah silsilah keluarga saya kurang begitu paham, biasanya saya tanya ke orang tua saya hehe. Tapi setahu saya Mbah Saliyo itu kakeknya mbah saya, dan punya keturunan sebanyak 7 orang. Sampai saat ini yang masih hidup tinggal 1 orang saja yaitu Eyang H. Askar Wijaya dari Surabaya yang merupakan sesepuh kami dan beliau juga keturunan terakhir dari Mbah Saliyo. Kalau masalah asal usul sih, Mbah Saliyo dulu berasal dari Kesultanan di Jogjakarta, jadi maklum keluarga saya juga banyak yang dari Jogjakarta. Ada juga om saya yang bilang kalau Mbah Saliyo itu merupakan darah biru alias keluarga kerajaan gitu hehe. Nah kemudian keluarga beliau juga pernah menjadi anggota prajurit dari Pangeran Diponegoro, makanya beliau akhirnya bisa sampai di Jawa Timur ini dan menetap disini, sampai anak cucunya sekarang juga berada disini. Kemudian kakak dari Mbah Saliyo juga ada yang menjadi Bupati Pertama di Kabupaten Malang. Keren banget kan keluarga saya hehe. Mungkin kurang lebihnya seperti itu deh info-info yang sempat saya ketahui dari saudara-saudara saya yang lebih tua.
Foto bareng Eyang H. Askar Wijaya dan Istri

Lanjut ke acara saja ya hehe, jadi acara berlangsung kurang lebih sampai jam 1 siang. Makin rame waktu keluarga yang dari Malang juga datang karena jumlah mereka yang sangat banyak dan punya kostum yang seragam banget hehe. Jadi mudah banget bedain masing-masing keluarga hehe. Kemudian ada juga keluarga dari Madiun yang kedatangannya selalu saya tunggu-tunggu, maksudnya saya tunggu oleh-olehnya hehe. Biasanya kalau datang kesini selalu bawa oleh-oleh khas Madiun seperti Pisang Bolen, dll hehe. Baca Juga: Ceramah Dadakan Dari Ustadz Yang Masuk Akal
Kalau yang pakai kacamata ini Mbah Saya

Acara tahun ini bagi saya memang berbeda daripada acara pada tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini saya sudah nggak sendiri lagi alias sudah ada pendampingnya alias sudah menikah alias sudah kawin alias sudah nggak perjaka lagi alias sudah pernah diperkosa wanita alias sudah pernah ngentot haha.

2 komentar


EmoticonEmoticon