Selamat Jalan Mbah Kaji

Sabtu, 19 maret 2016 keluarga besar Saliyo berduka. Saliyo merupakan sesepuh kami dan biasanya setiap tahun keluarga besar kami mengadakan reuni akbar Bani Saliyo. Beliau adalah H. Sudarman atau kami biasanya memanggil dengan sebutan Mbah Kaji. Beliau merupakan keturunan paling tua dari Bani Saliyo dan kurang lebih usianya sekitar 100 tahun. Memang dari segi usia sudah sangat tua, dan beliau meninggal karena sakit komplikasi. Penyakit yang memang sering diderita oleh orang-orang tua.
Yang sangat kami sayangkan adalah meninggalnya Mbah Kaji mendekati acara reuni keluarga Saliyo yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu tanggal 3 april 2016. Kebetulah tahun ini kelaurga saya dapet jatah tempat dilangsungkannya acara reuni keluarga Bani Saliyo tersebut. Yang secara lokasi sangat dekat dengan rumah Mbah Kaji bahkan tetangga rumah. Tapi setelah saya tanya ke mbah saya tentang kelangsungan acara reuni, mbah saya tidak akan mengundur acara reuni ini dengan alasan acara reuni nanti sudah melewati tujuh harinya Mbah Kaji wafat. Maklum lah orang jawa selalu teliti dalam menentukan hari pelaksanaan acara yang biasanya berdasarkan tanggal jawa dan geblak (hari meninggal) anggota keluarga. Baca juga: Cerita anak kembar yang mati
Pemberangkatan Jenazah Mbah Kaji

Mbah Kaji merupakan sosok orang yang sangat disegani di kampung saya dan beliau merupakan sesepuh kampung. Di kampung sebelum dulu sakit-sakitan dan akhirnya meninggal, beliau sering menjadi imam di masjid dekat rumah, belum lagi kalau ada warga yang mengadakan hajatan beliau selalu menjadi imam dan pemimpin doa. Anak cucunya alhamdulillah sudah sukses semua, dan sudah punya usaha sendiri-sendiri. Kebanyakan sih di bidang peternakan. Anak, cucu, dan buyutnya sudah banyak bahkan saya nggak tahu totalnya berapa soalnya dulu sempat nikah dua kali makanya keturunannya juga banyak hehe. Baca juga: Mereka bilang saya kafir

Perawakan Mbah Kaji emang sudah tua sih tapi kata bini saya masih kelihatan muda dan badannya sehat meskipun badannya sudah kurus, dibanding dengan Eyang Kakung saya yang dari segi usia masih lebih muda daripada Mbah Kaji namun sering sakit-sakitan dan kalau jalan harus pakai alat bantu seperti tongkat. Semoga Mbah Kaji mendapat tempat terbaik disisi Tuhan, Amin.

6 komentar

Innalillahi wa'inna illahi rojiiuun... semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran

Turut berduka cita, semoga amal ibadahnya diterima disisinya.

amin, terima kasih semua atas doa nya...


EmoticonEmoticon