Trik Menjadi Pribadi Pelit

Di era sekarang yang penuh dengan foya-foya dan party, siapa sih yang nggak butuh dengan yang namanya duit buat foya-foya atau sekedar party? Hehehe. Hayo.. yang ngomong nggak butuh duit, saya kasih gift buat kalian sebuah tai saya yang masih anget hehehe.
Apalagi dengan gaya hidup yang serba konsumtif, saya yakin masih banyak masyarakat Indonesia yang menerapkan pola hidup seperti ini. Nggak ada salahnya kok dengan pola hidup semacam itu namun harus tetap diimbangi dengan income yang mencukupi pula.
Definisi income disini dapat diartikan pendapatan anda bisa melalui gaji selama anda bekerja, penghasilan usaha, pesangon dari Tuhan, dan masih banyak lagi tentunya yang bisa kalian dapatkan untuk menambah pendapatan. Baca juga: Cara memberikan imbalan yang layak kepada orang dekat
Jangan sampai deh keuangan kalian ibarat pepatah besar pasak daripada tiang atau bisa diartikan besar pengeluaran daripada pemasukan. Nah, yang paling penting adalah kalian harus bisa memanajemen keuangan kalian sendiri. Banyak cara yang bisa dilakukan agar keuangan dapat dikelola sebagaimana mestinya dan saya yakin setiap orang mempunyai teori ataupun prinsip sendiri-sendiri dalam mengelola keuangannya tersebut.
Seperti saya sendiri sudah terbiasa mengatur keuangan sejak dulu waktu masih muda hehe. Saya biasanya memanfaatkan sebuah buku kecil atau bisa dikatakan buku diary hehe. Namun kalau banyak orang memanfaatkan buku diary untuk menulis daftar aktifitas keseharian, saya memanfaatkan buku tersebut untuk mendaftar pemasukan maupun pengeluaran saya setiap hari mulai dari yang kecil hingga yang besar. Disini saya dapat mengetahui selama tempo sebulan tersebut pengeluaran dan pemasukan apa saja yang pernah saya lakukan serta saya dapat mengetahui pengeluaran apa saja yang melebihi cost yang sudah saya anggarkan dengan harapan di bulan berikutnya dapat meminimalisir pengeluaran tersebut. Semisal, di bulan februari (red: Valentine Day) banyak sekali pengeluaran yang sangat tidak penting seperti menyewa hotel atau vila, beli kondom dll. Nah diharapkan di bulan maret pengeluaran tersebut dapat diminimalisir atau ditabung.
Beda lagi dengan sekarang yang kebetulan status saya sudah menjadi presiden alias kepala rumah tangga hehe. Saya semakin memperinci setiap pengeluaran meskipun itu hanya Rp. 500 yang setiap hari saya butuhkan untuk kencing di toilet umum hehe. Saya selalu mencatat hal tersebut ke dalam buku diary saya sebagai pengeluaran. Bukan hanya sebuah buku diary saja, saya juga membuat sebuah anggaran rumah tangga selama sebulan. Supaya lebih terperinci saja sih sebenarnya. Dan ada dua tabel didalamnya, berikut penjelasanya:
  1. Tabel IN, tabel ini berisi seluruh pemasukan yang kami peroleh selama satu bulan. Yang pasti pengeluaran rutin lah biar mudah menulis nominalnya. Kalau pemasukan dari korupsi, jambret, copet, dll jangan dimasukin sini ya. Buat lagi saja tabel dengan nama TABEL INDEHOY hehe
  2. Tabel OUT, tabel ini berisi seluruh pengeluaran rutin yang kami lakukan selama satu bulan. Disini saya membuat banyak kategori, intinya sih agar anggaran tersebut lebih terperinci saja sih.


Contoh Tabel Anggaran Keluarga Saya
(maaf untuk nominalnya saya block)
Beruntung sekali Menteri Keuangan alias istri saya adalah orang akuntan dan juga bekerja sebagai accounting, jadi setiap ada pemasukan atau pengeluaran yang nggak jelas atau biar kekinian bisa juga disebut dengan dana siluman hehe, istri saya selalu menanyakan “dari mana ini dapat duit?”, “buat beli apa? Dan beli ditoko mana?”. Kurang lebih seperti itu lah hehe. Baca juga: Hari yang penuh aktivasi
Jadi intinya, kalau bisa dicatat saja lah setiap pemasukan ataupun pengeluaran kalian yang terjadi selama sebulan. Kalaupun kalian nggak sempat membuat tabel-tabel seperti yang saya buat tadi, kalian cukup mencatatnya ke dalam buku diary seperti yang saya praktekkan tersebut. Kemudian diakhir bulan tinggal mengkalkulasikan seluruh pendapatan dan pengeluarannya, sudah balance apa belum tuh keuangan kalian? Kan dari situ sudah kelihatan tuh.
Demikian artikel YAOL BREWOK kali ini semoga bermanfaat.

7 komentar

kok pelit sih? kenapa gajadi pribadi yang baik aja?

wah ini wajib di praktekin soalnya kalo yang pinjem susah baliknya.

Hemat dan pelit memang beda tipis, tapi kalau pribadi hemat dan pribadi pelit, lebih baiknya pribadi hemat. Alasannya hemat itu, dia bisa membagi berapa buat sedekah atau pengeluaran lainnya dan berapa buat menabung.

widih oleit juga ada tricknya ternyata :D keren,.....

tapi jangan pelit-pelit
kunjungi http://adasemua23.blogspot.com/


EmoticonEmoticon