Pengalaman Menjadi Kuli Batu

Hmmmm, mungkin banyak juga yang merasakan hal semacam itu. Yakni menjadi karyawan atau buruh atau babu atau pembantu atau budak atau asisten dll hehe. Begitu juga dengan saya. Banyak juga pengalaman saya menjadi budak yang nggak bisa saya sebutin satu persatu. Intinya selama menjadi budak, saya bisa dipastikan nggak bisa untuk bertahan lama dalam perusahaan tersebut. Entah faktor apa saya juga kurang faham, yang pasti nggak betah deh hehe.
Saya mulai terjun ke dunia perbudakan sejak masih SMA. Jadi ceritanya waktu itu ada proyek dari Dinas Pekerjaan Umum mengenai perbaikan jalan yang ada di kampung saya. Dan saat itu dibutuhkan banyak sekali pekerja untuk menata atau menyusun batu di sepanjang jalan yang hendak diaspal. Dan saya berinisiatif mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi budak. Nggak ribet juga kok untuk bisa bekerja sebagai budak waktu itu, nggak seperti sekarang yang sangat susah sekali untuk mencari sebuah pekerjaan. Harus seleksi ini itu lah, ada syarat dan ketentuannya juga kayak mau ikutan kuis aja hehe. Oke, kembali lagi ke tema ya.. jadi setelah saya ikut bekerja sebagai budak tadi atau lebih tepatnya kuli batu hehe, saya digaji Rp. 20.000/Shift. Oiya, jadi waktu itu ada dua shift, yaitu shift pagi dan sore. Saya ikut yang sore karena kalau pagi saya masih sekolah. Jam kerjanya kalau pagi mulai jam 07.00 – 11.00 terus kalau sore mulai jam 13.00 – 17.00. lumayan juga loh, jaman segitu dengan gaji Rp. 20.000 apalagi buat seorang pelajar seperti saya hehe.
Menginjak ke pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu Perguruan Tinggi dan dengan gaya hidup yang semakin tinggi pula. Saya juga memiliki beberapa pengalaman kerja yang juga lumayan lah untuk menambah uang saku asalkan nggak mengganggu jadwal kuliah. Jadi waktu itu saya ambilnya pekerjaan yang freelance gitu sih. Kebetulan saya juga hobi desain grafis, nah waktu itu saya menawarkan jasa desain via online atau lebih tepatnya lewat sebuah situs penyedia pekerja freelance gitu, saya lupa nama websitenya karena sudah lama juga sih. Lumayan juga sih sekali desain bisa dihargai lima puluh ribu hingga ratusan ribu. Untuk pembayarannya sendiri via Paypal, kalau belum tahu apa itu Paypal silahkan browsing dulu sana hehe. Namun nggak sedikit juga hasil karya saya yang ditolak hehe. Selain itu saya juga pernah bekerja di sebuah Event Organizer bodong, Jasa desain grafis dan merchandise yang nggak tahu juga sekarang entah kemana, dan masih banyak lagi yang nggak bisa saya sebutkan satu per satu. Yang terakhir sebelum saya wisuda sarjana saya juga pernah bekerja di BKKBN. Baca juga: Pengalaman menjadi surveyor BKKBN
Nah setelah lulus kuliah lega juga sih, nggak ngerasa saja bisa lulus kuliah hehe. Meskipun nggak tepat waktu sih, nunggu lima tahun dulu baru bisa lulus sarjana hehe. Sebenarnya nggak lega juga sih bahkan dengan lulus kuliah membuat kebanyakan orang disibukkan untuk berburu karir. Ada yang pengen kerja sini, pengen kerja situ lah. Nah itu juga yang sempat saya alami pada saat lulus kuliah. Tapi pada fase ini menurut saya ibarat seorang cowok yang sedang pedekate pada seorang cewek. Dimana waktu saya nglamar kerja sana sini seperti kita sedang milih-milih cewek nih hehe. Terus berlanjut ke kencan, disini dalam dunia kerja saya ibaratkan lagi test atau wawancara kerja dengan seorang HRD. Mengenai pengumuman diterima atau nggaknya kita dalam sebuah perusahaan sama halnya dengan saya lagi nembak cewek, pasti ada dua jawaban antara YA dan TIDAK. Kalau diterima ya berarti jadian dan pacaran deh hehe. Kalau sudah bosen ya PHK atau dalam dunia kerja biasa disebut Putus Hubungan Kerja, sedangkan dalam dunia asmara sebut saja Putus Hubungan Kelamin hehe.
Kerja dengan kostum aneh, mending di rumah pake kolor
Jadi setelah lulus kuliah saya memiliki beberapa pengalaman kerja di beberapa perusahaan yang pastinya menambah pengalaman saya meskipun itu positif ataupun negatif. Enakan bobok dirumah apalagi ditemani bini haha. Seperti yang saya tulis diatas juga sih, pada periode ini saya juga nggak pernah bertahan lama dalam bekerja. Maksimal Cuma setengah tahun hehe. Baca juga: Hari yang penuh aktivasi
Berbekal modal bosen bekerja, saya akhirnya kembali ke pangkuan ibu alias pulang ke rumah orang tua, kebetulah pada saat bekerja saya tinggal di mess dan kos. Dan hidup normal sebagai pengangguran di rumah sampai sekarang hehe
Demikian artikel YAOL BREWOK kali ini semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon