Hari Yang Penuh Aktivasi

Pagi telah tiba dan aktifitas keseharian telah dimulai kembali. Seperti biasa, pertama yang saya lakukan adalah memberi pakan ternak. Kebetulan di belakang masih ada lahan kosong banyak jadi saya manfaatkan untuk kandang ternak. Lumayan lah buat mengisi aktifitas seorang pengangguran hehe. Ternak yang saya pelihara ada kambing type PX, ayam bangkok, ayam kampung asli, ayam siam dan entok.
Setelah mengurus ternak, selanjutnya saya ganti mengurus istri hehe. Jam 7.30 saya mengantar istri saya berangkat kerja. Kemudian dia menyuruh saya mengaktifkan kartu perdananya yang kemarin saya beli karena waktu saya beli si tukang konternya lupa mengaktifkannya mungkin. Sekedar info saja, sekarang ini untuk mengaktifkan kartu perdana seluler nggak semua orang bisa mengaktifkan loh. Jadi yang daftarin harus dari penjual atau gerai penerbit kartu seluler tersebut dan tidak lupa harus pakai kartu identitas pemilik bisa berupa KTP atau SIM untuk dapat mengaktifkan kartu perdana tersebut. Baca juga: Orderan dari luar negeri
Kebetulan hari ini aktifitas saya mengenai aktivasi – aktivasi kartu haha. Setelah itu jadwal saya ganti pergi ke Bank CIMB Niaga untuk mengaktifkan kartu kredit. Sebelum pergi ke Bank tak lupa saya menyempatkan untuk menikmati secangkir kopi di pagi hari hehe. Sebenarnya niat saya pergi ke Bank CIMB Niaga bukan untuk mengaktifkan kartu kredit karena kartu kredit CIMB Niaga bisa diaktifkan via SMS. Namun lebih tepatnya saya ingin mengetahui lebih dalam fitur kartu yang saya pegang tersebut. Kebetulan kartu yang saya pegang adalah Mastercard Gold dengan kartu Syariah Gold. Saya juga nggak paham dengan kebijakan bank saat ini, kenapa harus dikasih dua kartu padahal saya hanya butuh satu kartu kredit saja.
Saya pun mulai masuk ke kantor CIMB Niaga dan seperti biasa pula, rata – rata yang bertransaksi di bank milik Malaysia itu adalah orang – orang etnis Cina. Saya datang lebih awal supaya nggak lama antri, meskipun agak siang juga nggak ngantri banget sih haha. Dan saya menemui customer servise langganan saya yang setiap saat saya berkunjung ke sana selalu setia mendengarkan curhatan nasabah miskin seperti saya haha. Tapi nggak tahu kenapa hari ini saya dicuekin dan sikapnya kurang respect dengan customer. Saya sangat kecewa sebenarnya dengan pelayanan saat itu. Jadi waktu itu saya bilang “Mbak mau ngaktifin kartu kredit”. Terus dia meminta kartu kredit saya dan kemudian memberikan gagang telepon dan saya suruh bicara langsung sama customer servise langsung dari pusat di Jakarta. Okelah saya akhirnya ngobrol langsung dengan pusat, meskipun hanya sekilas karena sudah nggak betah deh, sebagai nasabah saya merasa sangat kurang dihargai. Yang saya tanyakan dengan customer servise dari pusat mengenai pengaktifan, annual fee, bunga retail kartu kredit. Sebenarnya pengen tanya banyak tapi saya sudah nggak nyaman dengan suasana waktu itu.
Masak mau tanya cara ngaktifin saja masih telepon ke pusat, terus kerjaan CS (Customer Service) itu ngapain dong hehe. Saya juga kurang tahu sih kebijakan misal mau ngaktifin kartu kredit harus dari pusat sana atau emang si customer servise yang saya temui tadi lagi males ngladenin orang miskin kayak saya hehe. Tapi pikiran saya tetep positif kok, ah mungkin si CS lagi datang bulan haha. Setelah selesai curhat sama si CS pusat saya menutup tuh teleponnya dan saya langsung pamitan balik karena mau tanya - tanya lagi sama tuh CS, mood saya sudah hilang haha.
Sebenarnya masih banyak uneg – uneg saya misal si CS tadi respect sama saya. Dan ini juga bisa jadi pembelajaran buat teman – teman yang pengen pakai kartu ajaib ini. Jadi sebelum mengaktikan kartu kredit alangkah baiknya kita bertanya dulu ke Bank penerbit kartu kredit mengenai fitur kartu kredit yang kita pegang meskipun sebenarnya di amplop yang dikirimkan ke alamat saya sudah lengkap juga brosurnya mulai dari cara pengaktifan, pemakaian, dan biaya – biayanya. Tapi kita perlu info pendukung dong, bisa saja brosur itu sudah lama dan kebijakan sekarang sudah berubah kan kita juga nggak tahu.
Nah bener juga kan firasat saya, setelah saya ngobrol dengan CS pusat tadi. Di brosur saya dituliskan kalau annual fee-nya sebesar Rp.250.000. Kemudian si CS menjelaskan bahwa annual fee nya gratis seumur hidup. Eh ternyata brosurnya yang penjelasannya kurang spesifik. di brosur hanya dituliskan annual fee kartu gold Rp.250.000 tanpa membedakan itu untuk Mastercard atau VISA. setelah saya tanya CS kalau untuk Mastercard itu biayanya gratis seumur hidup dan untuk VISA sebesar Rp.250.000. Emang sih saya tergiur pake kartu ini karena annual fee nya gratis hehe jadi kaget saja waktu buka brosur kalau annual fee nya sebesar Rp.250.000 tadi. Oiya, annual fee itu semacam biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit setiap tahun. Ada juga biasanya bank yang menetapkan annual fee diawal waktu pengaktifan dan ada juga yang diakhir tahun. Selanjutnya mengenai bunga retail, di brosur dituliskan 2,95% per bulan, setelah saya tanyakan ke CS kalau biayanya sekitar 2,30% (dikisaran angka itu lah, maklum saya orangnya emang pelupa).
Yang membuat saya tergiur lagi dengan kartu ajaib ini karena ada fitur Poin Xtra, dan kalau saya ngaktifin nih kartu secara otomatis saya langsung dapat welcome poin xtra sebesar 1000 poin atau setara dengan Rp. 5.000.000 (1 poin = Rp. 5.000) yang bisa saya pakai untuk belanja retail. Lumayan kan bisa belanja gratis sampai 5 juta haha. Meskipun saya belum mencoba fitur ini sih, tapi moga saja nih fitur nggak PHP haha.
Kartu Kredit Master Card Gold dan Kartu Kredit Tambahan Master Card Syariah Gold
Awalnya sih saya juga nggak begitu minat dengan kartu kredit karena emang rawan banget. Mulai dari munculnya biaya siluman yang bisa buat kita jadi kere (Red: Jawa). Belum lagi mengenai keamanannya. Sebut saja carding deh, semacam hacker kartu kredit yang siap menggerogoti kartu kredit kita. Intinya mereka yang asik – asik belanja pakai kartu kredit kita, tapi kita kebagian bayarin tiap bulannya deh haha. Kalau sudah siap menanggung resiko sih bikin saja hehe. Kemudian yang perlu diwaspadai lagi adalah mengenai bunga dari setiap pembelanjaan kalau tagihannya di bayar nyicil hehe. Kalau bisa sih tagihan usahakan dibayar lunas biar nantinya nggak muncul dana siluman hehe. Serta hindari penarikan tunai via ATM deh, karena ada potongannya juga loh. Baca juga: Jangan diskriminasi kaum brewok
Syaratnya juga nggak ribet – ribet banget kok kalau teman – teman pengen bikin kartu kredit. Kalau kartu saya sih syaratnya kurang lebih seperti ini:

1. Pendaftar bisa seorang WNI dan WNA
2. Usia pemegang minimum dan maksimum pemegang kartu kredit utama adalah 21 – 65 Tahun
3. Usia pemegang minimum pemegang kartu kredit tambahan adalah 17 Tahun
4. Minimum pendapatan per bulan Rp. 5.000.000

Dokumen yang perlu dibawa
  • Karyawan fotocopy KTP/Paspor dan Kitas (WNA), bukti penghasilan (Slip gaji/SKP/SPT) dan surat keterangan perusahaan/copy surat keterangan pengangkatan pegawai.
  • Wirausaha fotocopy KTP/Paspor dan Kitas (WNA), bukti penghasilan (Slip gaji/SKP/SPT) dan fotocopy akta pendirian/SIUP/TDP
  • Profesional fotocopy KTP/Paspor dan Kitas (WNA), bukti penghasilan (Slip gaji/SKP/SPT) dan fotocopy Surat Izin Profesi

Tapi sebenarnya nggak gitu – gitu amat sih masalah dokumennya. Menurut saya sekarang ini lebih mudah kalau mau ngajuin kartu kredit, karena via online pun sekarang juga sudah bisa.

Demikian artikel YAOL BREWOK kali ini semoga bermanfaat.

12 komentar


EmoticonEmoticon